Kembali ke jurnalCATATAN FAJAR
Personal5 menit baca

[Parallel Universes] Apa yang Aku Percaya, dan Kenapa

Kenapa aku percaya semesta paralel itu ada, dan harapanku bahwa versi lain diriku menjalani hidup berbeda di suatu tempat.

BAGIAN 7 DARI 7Semesta Paralel
  1. 01[Parallel Universes] Sebuah Film dan Sebuah Pertanyaan
  2. 02[Parallel Universes] Kamu yang Lain, Jauh Banget di Sana
  3. 03[Parallel Universes] Semesta Gelembung dari Inflasi
  4. 04[Parallel Universes] Landscape String dan Brane
  5. 05[Parallel Universes] Many Worlds, Setiap Hasil Terjadi
  6. 06[Parallel Universes] Aku yang Lain
  7. 07[Parallel Universes] Apa yang Aku Percaya, dan KenapaKamu di sini
Di artikel ini 4 bagian

Aku rasa semesta paralel itu ada, dan aku berharap memang ada.

Tahun 2014, aku nonton You Are the Apple of My Eye dan mendengar seorang tokoh bertanya apakah, di semesta lain, dua orang mungkin bisa bersama. Aku penasaran apakah fisika bisa menjelaskan kemungkinan itu. Dua belas tahun kemudian, aku masih ingin tahu apakah versi lain dari sebuah kehidupan benar terjadi di suatu tempat.

Kenapa aku percaya semesta paralel ada

Level I adalah gagasan yang paling mudah aku terima. Bumi yang lain itu bakal tersusun dari materi biasa, mengikuti hukum yang sama dengan Bumi ini. Yang perlu aku terima adalah ruang membentang cukup jauh, dengan kondisi yang memungkinkan susunan seperti kita berulang. Buatku, itu terasa sebagai langkah yang lebih kecil daripada menambahkan partikel baru atau dimensi ekstra.

Aku bisa membayangkan bahwa aku salah soal ukuran ruang. Aku juga paham kenapa syarat pengulangan itu penting. Semesta yang luar biasa besar aja nggak menjanjikan adanya aku yang lain. Yang meyakinkanku adalah kemungkinan bahwa fisika yang kita kenal, jika berlaku di ruang yang cukup luas dengan kondisi yang tepat, memungkinkan sesuatu yang dari sini terdengar sangat kecil kemungkinannya.

Di many worlds, yang menarik buatku adalah penerapan evolusi kuantum yang sama pada partikel, alat ukur, dan orang yang membaca hasilnya. Pengamat juga termasuk di dalam penjelasan itu. Buatku, ini lebih meyakinkan daripada menempatkan aturan kolaps tersendiri pada suatu titik dalam pengukuran. Aku ingin memahami apa yang terjadi kalau aturan yang sama berlaku sampai ke pengamatnya.

Masalah probabilitas masih jadi bagian yang belum bisa aku selesaikan. Kalau semua hasil yang diizinkan tetap ada, aku ingin penjelasan kenapa aku seharusnya mengharapkan satu hasil lebih sering daripada hasil lain. Interpretasinya perlu menjelaskan probabilitas yang memang diukur orang. Aku menganggap serius pertanyaan itu karena itu bagian dari argumen yang meyakinkanku, dan aku belum punya jawabannya.

Landscape string dan brane lain belum semeyakinkan dua gagasan itu buatku. Keduanya butuh lebih banyak asumsi tentang fisika yang belum kita ukur. Aku bisa membayangkan bulk dari Interstellar, tapi membayangkannya nggak memberiku alasan yang sama untuk mempercayainya. Buatku, Level I dan many worlds punya hubungan yang lebih kuat dengan fisika yang udah menjelaskan hal yang bisa kita ukur.

Siapa aku yang lain itu?

Aku bisa membayangkan versi diriku yang nggak pernah belajar apa pun tentang komputer. Dia bakal punya pekerjaan yang nggak bisa aku bayangkan, dan pengetahuan yang dia kumpulkan selama bekerja tentang sesuatu yang mungkin sama sekali nggak aku pahami. Pekerjaanku di sistem pembayaran bisa terdengar asing buat dia, sama seperti pekerjaannya buatku. Kami mungkin bakal kesulitan menjelaskan hari kerja biasa ke satu sama lain.

Versi yang tumbuh di kota lain bisa punya logat berbeda, teman berbeda, dan ingatan tentang tempat yang belum pernah aku kunjungi. Orang yang asing buatku bisa jadi orang yang paling dia kenal. Ada seluruh riwayat hidup di balik kehidupan itu, termasuk hal yang menurutnya terlalu biasa untuk diceritakan.

Apakah aku masih akan menyebut orang itu aku? Kalau dia tumbuh di Bumi yang lain, aku bakal menganggapnya orang lain. Sekalipun ingatannya sempat sama dengan ingatanku, peristiwa yang membentuknya terjadi di tempat lain. Dia bakal mengingat masa kecilnya sendiri. Aku mengingat masa kecilku. Kemiripannya bisa persis tanpa salah satu dari kami pernah menjalani kehidupan yang lain.

Aku merasa berbeda soal versi di cabang kuantum yang berbagi masa laluku. Dalam kasus itu, sejarah sebelumnya milik kedua versi. Aku nggak melihat kenapa cuma orang di cabang ini yang berhak menyebut sejarah itu miliknya. Kami bakal menjadi orang yang berbeda saat pengalaman kami berpisah, dan keduanya mengingat kehidupan sebelum titik itu.

Aku masih belum yakin kata apa yang pas untuk hubungan itu. Aku bisa menyebut orang yang jauh itu salinan, tapi kata itu terasa kurang pas buat seseorang yang berbagi masa laluku. Menurutku, kedua versi punya hak yang sama atas ingatan sebelumnya. Sejak titik itu, setiap versi harus menjalani apa yang terjadi dalam hidupnya sendiri.

Pilihanku di sini

Kemungkinan bahwa versi lain mengambil pilihan berbeda nggak membuat keputusanku sendiri hilang. Pilihanku tetap memengaruhiku dan orang di sekitarku. Aku mengalami akibatnya di sini, dan orang yang terlibat juga harus menjalani akibat itu.

Aku bekerja di sistem pembayaran, tempat sebuah transfer harus terjadi tepat satu kali. Sekalipun cabang lain ada, orang yang memakai sistem itu tetap butuh saldo yang benar. Versiku yang menulis kode dengan benar di tempat lain nggak bakal memperbaiki bug pada kode di sini. Pekerjaan di depanku tetap harus dikerjakan.

Aku memikirkan pilihan pribadi dengan cara yang sama. Kalau versi lain mengambil jalan berbeda, dia harus menghadapi akibat dari keputusannya. Aku harus menghadapi akibat keputusanku. Keberadaan kedua kehidupan itu nggak membuat pengalaman kami bisa dipertukarkan. Hasil yang baik buat dia nggak bakal mengubah apa yang dialami orang dalam kehidupan ini.

Harapanku

Aku berharap sebagian dari kehidupan lain itu sedang dijalani. Versi yang nggak pernah belajar menulis kode, atau tumbuh di kota berbeda, bakal punya ingatan sendiri tentang gimana dia sampai di sana. Dia mungkin sama sulitnya membayangkan hidupku seperti aku membayangkan hidupnya. Buat dia, kehidupannya yang sedang berlangsung, dan akulah orang lain yang baru sebatas kemungkinan.

Aku juga suka membayangkan versi Chelsea yang menang di setiap pertandingan. Di suatu tempat, mungkin ada versi diriku yang bisa menonton musim itu. Aku bakal tetap menonton pertandingan di sini, tanpa mendapat manfaat dari hasil di sana, tapi semoga dia menikmatinya haha.

Pertanyaan dari film itu masih menarik buatku karena kehidupan yang bisa aku bayangkan darinya. Bisa aja ada orang dengan sejarah seperti punyaku yang hidupnya berjalan ke arah lain, dengan teman dan ingatan yang nggak ada dalam hidupku. Aku berharap versi lain diriku sedang menjalani salah satu kehidupan itu di suatu tempat.

TOPIK

MAKASIH UDAH BACA

Gimana menurutmu?

Reaksi atau obrolan, dua-duanya selalu ditunggu.

Memuat reaksi…

Bagikan

Memuat komentar...

Tulisan terkait

Semua tulisan