Kembali ke jurnalCATATAN FAJAR
Personal6 menit baca

Chelsea, Dua Enzo, dan Janji yang Ditepati

Pandangan saya soal Enzo Fernandez yang menyusul Maresca ke City, deal deadline day yang gagal, dan Chelsea yang menepati janji walau harus membayar mahal.

Di artikel ini 4 bagian

Di bulan Juli, saya menulis soal Maresca dan orang-orang yang menjaga badge. Saya menyebut dia ular. Setelah Enzo Fernandez menyusul dia ke Manchester City di deadline day, saya memasukkan mereka berdua ke kategori itu.

Manchester City mengonfirmasi kedatangan Fernandez dengan kontrak sampai 2031. Sky Sports melaporkan biaya transfer sebesar 125 juta pound. City dapat gelandang mereka di akhir window. Chelsea menutup window itu tanpa pengganti yang udah mereka siapkan.

Saya benci timing-nya. Maresca kenal klub ini dan udah pernah kerja bareng Fernandez. Dari sisi saya, balik buat ngambil dia pas tinggal beberapa jam lagi terasa penuh perhitungan. City memperkuat tim mereka sementara Chelsea hampir nggak punya waktu tersisa untuk merespons.

Saya nggak tahu apakah Maresca memang pengen bikin kita kesulitan. Timing-nya aja nggak bisa ngasih tahu saya soal itu. Tapi setelah semua yang saya tulis di bulan Juli, saya susah berprasangka baik ke dia.

Fernandez memilih untuk menyusul dia. Saya paham pemain bisa aja pengen pindah ke klub lain. Saya juga bisa menganggap cara seorang pemain pergi itu tai. Menyusul Maresca ke City dalam keadaan begini terasa kayak pengkhianatan lagi, dan saya nggak bakal pura-pura ikut senang buat salah satu dari mereka.

Saya Terus Membela Fernandez

Saya terus membela Enzo Fernandez di tengah semua kekacauan yang dia bawa ke Chelsea. Itu sebabnya ini sesakit ini. Saya mendukung dia selama dia memakai jersey kita, bahkan waktu dia bikin dukungan itu jadi susah.

Lalu muncul laporan soal hubungannya di dalam klub. Dalam tulisan Matt Law soal retaknya hubungan dia dengan rekan-rekan setimnya di Chelsea, Chelsea kabarnya diberi tahu kalau dia merasa udah nggak punya hubungan dengan satu pun dari mereka. Law juga melaporkan dua permintaan transfer tertulis.

Saya membacanya sebagai dia merasa udah nggak punya teman lagi di Chelsea. Dan itu menyakitkan. Setelah membela dia melewati semuanya, mendengar kalau dia merasa udah nggak ada apa-apa lagi antara dia dan orang-orang yang main bareng dia bikin dukungan itu terasa sia-sia.

Buat saya, dia orang terburuk yang pernah memakai jersey Chelsea. Segitu besarnya rasa dikhianati yang saya rasakan dari cara dia pergi. Saya terus membela dia, dan sekarang saya nggak bisa nemu alasan untuk melakukannya lagi.

Saya juga bisa memahami sakit hati yang dirasakan fans Benfica waktu dia ngotot pindah ke kita. Laporan George Flood untuk the Standard di Februari 2023 mengutip Rui Costa yang bilang Fernandez pengen pergi dan dia nggak bisa mengubah pikiran pemainnya begitu Chelsea datang untuk dia.

Chelsea diuntungkan dari kepergian itu. Saya nggak bisa mengabaikan peran kita di situ, sekarang setelah kita yang jadi klub yang pengen dia tinggalkan. Situasinya nggak persis sama, tapi saya paham kenapa suporter Benfica kesal dengan cara kejadiannya. Melihat dia ngotot pindah ke klub lain sementara klubmu yang harus menanggung akibatnya itu menyakitkan. Sekarang saya merasakannya.

Everton, Monaco, dan Deal yang Berantakan

Cerita soal penggantinya bikin ini makin parah. Chelsea udah punya kesepakatan untuk Lamine Camara dari AS Monaco. Everton lagi berusaha merekrut striker Monaco, Folarin Balogun. Keputusan Monaco menghubungkan dua transfer itu.

Laporan Sky Sports soal deal Balogun menjabarkan urutannya. Balogun berangkat ke Merseyside, tapi ada masalah waktu tes medisnya yang bikin kepindahannya diragukan. Monaco lalu setuju menjual Camara ke Chelsea. Everton menegosiasikan ulang deal mereka untuk Balogun, dan Monaco mundur dari kesepakatan Camara karena penjualan striker yang diharapkan itu udah memenuhi kebutuhan mereka untuk menjual.

Lalu Balogun berubah pikiran dan batal pindah ke Everton juga.

Everton gagal dapat striker mereka. Chelsea gagal dapat gelandang mereka. Monaco tetap mempertahankan dua pemain itu. Transfer keluar Chelsea ke City tetap jalan.

Nggak ada waktu untuk memulai ulang deal Camara. Dalam laporannya soal Monaco yang mundur, Kaveh Solhekol dari Sky Sports bilang Monaco menolak menandatangani deal sheet sebelum deadline jam 11 malam. Laporan itu menyebut adanya kesepakatan tertulis antara kedua klub, tapi Chelsea nggak pernah menyelesaikan perekrutannya.

Bagian itu urusan Monaco. Kemarahan saya ke Maresca nggak bikin dia bertanggung jawab atas mundurnya Monaco atau Balogun yang menolak Everton. Chelsea bergantung pada klub lain untuk menyelesaikan sebuah deal sementara hampir nggak ada waktu untuk cari alternatif. Akhirnya kita yang harus membayar ketidakpastian itu di lapangan.

Uangnya Nggak Mengisi Lini Tengah

Rasanya kayak kita ditinggal tanpa lini tengah. Itu rasa frustrasi yang ngomong. Caicedo dan Lavia masih gelandang Chelsea. Tulisan Caleb Sage soal opsi yang tersisa juga menyebut Barco dan Henderson, dengan James yang bisa main di posisi itu.

Tetap aja kita kehilangan Fernandez tanpa merekrut pengganti yang udah direncanakan. Biaya transfernya besar banget, tapi opsi lini tengah Xabi jadi lebih sedikit sementara Maresca dapat pemain yang dia mau.

Saya menikmati melihat apa yang lagi coba dibangun Xabi Alonso di Chelsea. Di post saya bulan Juli, saya menulis soal harapan saya untuk masanya di sini. Sekarang saya suka apa yang saya lihat dari dia, dan saya pengen klub ngasih dia cukup bahan untuk bekerja.

Saya rasa hasil beberapa pertandingan terakhir nggak adil buat dia. Dari yang saya lihat, dia lagi mengubah Chelsea dengan opsi yang terbatas di beberapa bagian skuad. Saya bisa lihat progresnya bahkan waktu hasilnya bikin frustrasi, dan saya pengen kita ngasih dia waktu untuk membangun dari situ.

Saya masih mikir kita butuh satu lagi bek yang kuat di centre back atau left back, plus gelandang yang kuat. Mengandalkan Jordan Henderson dan Romeo Lavia untuk menutupi kebutuhan kita di samping Caicedo itu nggak cukup buat saya. Saya pengen kualitas dan kedalaman yang lebih di situ, supaya Xabi punya pilihan waktu ada pemain yang nggak bisa main.

Saya berharap Chelsea berlaku adil ke dia di transfer window Januari dengan ngasih dia kebebasan untuk mendatangkan pemain yang dia butuhkan. Biarkan dia membentuk skuad sesuai apa yang lagi dia bangun. Dia bekerja dengan lubang-lubang yang kita tinggalkan buat dia musim panas ini, dan saya pengen manajemen bantu dia menambalnya.

Saya juga berharap banyak soal kembalinya Palestra. Saya suka apa yang saya lihat dari dia di posisi wing back waktu pramusim. Dia mengingatkan saya ke Marcos Alonso, tapi dengan flair yang lebih, dan dia masih muda banget. Saya pengen lihat gimana dia berkembang di bawah Xabi. Dia salah satu pemain yang bikin saya punya sesuatu untuk dinanti setelah transfer window yang berantakan ini.

Chelsea Menepati Janji

Bagian yang saya hormati adalah keputusan Chelsea setelah deal Camara gagal. Sky Sports melaporkan kalau Chelsea masih bisa menghentikan kepindahan Fernandez. Mereka membiarkannya tetap jalan karena mereka udah memberikan janji.

Buat saya, itu menunjukkan sebesar apa Chelsea. Mereka menyepakati harga, memberikan janji, dan menepatinya bahkan setelah kehilangan pengganti yang mereka andalkan. Saya bangga dengan itu, walaupun saya berharap kita nggak jadi kekurangan pemain gara-gara itu.

Buat saya, Maresca dan Fernandez itu ular. Chelsea membiarkan mereka reuni, menepati kesepakatannya, dan sekarang harus menghadapi kekurangan pemain sendiri. Itu akhir yang mengerikan untuk sebuah transfer window. Itu juga ngasih saya alasan untuk menghormati klub ini di saat saya marah dengan apa yang terjadi.

Saya doakan kedua Enzo itu melewati jalan neraka di City. Semoga reuni mereka membawa hasil-hasil yang bikin sengsara dan musim-musim yang bakal pengen mereka lupakan. Saya tetap mendukung Xabi dan para pemain yang bertahan.

London is blue, forever and always will be.

TOPIK

MAKASIH UDAH BACA

Gimana menurutmu?

Reaksi atau obrolan, dua-duanya selalu ditunggu.

Memuat reaksi…

Bagikan

Memuat komentar...

LANJUT JELAJAH

Satu pikiran bawa ke pikiran lain.

Semua tulisan
Kembali ke semua tulisanSatu catatan, pelan-pelan.